Cara Mendapatkan Lowongan yang Tidak Diiklankan

14 06 2008

Sekitar 70-80 % lowongan untuk posisi terbaik di perusahaan biasanya tidak diiklankan. Seandainya lowongan tersebut diiklankan maka bisa jadi surat lamaran Anda akan tenggelam bersama ribuan surat dari pelamar lain. Lalu bagaimana cara kita mendapatkan lowongan yang tidak diiklankan tersebut ? cara terbaik adalah dengan memperluas jaringan. Berikut beberapa tips bagi Anda untuk memperluas jangkauan jaringan dan tentu saja mendapatkan info lowongan yang sudah lama Anda incar.
1. Menghadiri acara perusahaan
Banyak perusahaan atau komunitas profesional kerap membuat acara pertemuan, entah seminar atau sekedar ulang tahun sebuah perusahaan. Jangan malas untuk hadir, karena di sanalah Anda bisa bertemu profesional dari berbagai perusahaan, untuk kemudian Anda bisa berkenalan dan mencari info tersembunyi tentang kebutuhan karyawan. Pilihlah acara yang berkaitan dengan pekerjaan atau keahlian khusus yang Anda miliki. Jika Anda mengincar jabatan public relation, jangan hadir di acara pertemuan para ahli geologi, misalnya.
2. Bergabung dengan klub profesi
Saat ini banyak komunitas profesi yang dibentuk, baik itu berupa milis (mailing list) atau klub yang anggotanya merupakan orang-orang dengan satu profesi. Komunitas ini biasanya memiliki agenda pertemuan rutin untuk berbagi pengalaman, bertukar ide atau informasi seputar profesi yang digeluti. Carilah klub profesi yang sesuai dengan pekerjaan Anda, bisa lewat internet, majalah, atau bertanya pada teman.
3. Latih cara bicara
Untuk mengiklankan diri sendiri dalam berbagai pertemuan profesi, Anda perlu merangkai kata-kata dan melatihnya terus menerus. Isi iklannya? bisa berupa siapa Anda, pengalaman kerja dan keahlian khusus yang Anda miliki.
Tidak perlu panjang lebar, cukup 20-30 detik waktu berbicara. Kalimat yang tersusun baik dan to the point? membuat lawan bicara menangkap maksud yang ingin Anda sampaikan. Selain itu, gaya bicara yang efektif bisa menimbulkan kesan yang baik bagi Anda. (GCM/KCM-An)





Menjadi Karyawan Yang Diperhitungkan

14 06 2008

Menjadi karyawan yang diperhitungkan dalam perusahaan tentu menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi para profesional, termasuk Anda. Namun untuk menjadi orang yang diperhitungkan, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan Anda sehari-hari. Kepandaian Anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa Anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan. Strategi tersebut adalah ‘menonjolkan’ kemampuan Anda. Coba Anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir. Apalagi jika Anda bekerja di perusahaan besar, jika ingin ‘maju’ Anda harus pintar-pintar ‘menonjolkan’ kemampuan Anda. Karena, semakin besar perusahaan tempat Anda bekerja, umumnya semakin sulit untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan. Keberhasilan Anda di unit kerja, seringkali tidak cukup untuk menarik perhatian perusahaan secara khusus. Nah, hanya orang-orang yang ‘menonjol’ lah yang akan mendapat perhatian khusus dari perusahaan. Baca entri selengkapnya »





Penyebab Kegagalan Orang pintar

14 06 2008

Jika Anda menemui rekan sekolah Anda yang dulu dikenal pandai dan cerdas namun akhirnya hanya merutuki nasib karena masa depannya yang suram! Apa penyebabnya? Di luar nasib dan faktor ‘lucky’, banyak hal yang bisa memicu kegagalan orang-orang pintar. Namun berdasarkan wawancara dan survei yang dilakukan pada 200 orang pintar di Amerika, ada enam hal penting penyebab kegagalan bagi mereka. Coba simak:
* Kurang ketrampilan sosial
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis Anda, Anda tetap perlu memiliki intelegensi sosial, seperti kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik. Orang yang memiliki intelegensi sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial bisa diperoleh dengan banyak berlatih. Baca entri selengkapnya »





Belajar Menjadi Hacker

14 06 2008

Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.

Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik – jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut – karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.

Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html. Baca entri selengkapnya »